Geger, Ternyata Sukabumi Diduga Jadi Basis Militer Kolonial Pertama Di Indonesia,Selama Ini Disembunyikan

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penemuan mengejutkan terjadi di Dusun Tegal Panjang, Cireunghas, Kab. Sukabumi. Sebuah kawasan pegunungan yang selama ini dianggap biasa, ternyata menyimpan fasilitas pertahanan raksasa milik Belanda dan Jepang yang diperkirakan berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka.

Temuan ini terungkap setelah Irjen Pol (Purn) Dr. Anton Charliyan—tokoh budaya, peneliti sejarah, sekaligus mantan Kapolda—menelusuri jejak kolonial yang terpendam ratusan tahun.

Dan hasilnya? Mengejutkan seluruh pemerhati sejarah Nusantara.

LOKASI SUPER BESAR, DISEMBUNYIKAN RATUSAN TAHUN!

Area yang ditemukan membentang hampir 17 KM persegi dari Sukaraja hingga Sukalarang. Lokasi ini sengaja dibangun di tengah bukit-bukit yang membentuk tapal kuda, sehingga:

Tidak terlihat dari udara

Tidak mudah diserang

Sulit diakses masyarakat

Cocok untuk markas top secret

Dan yang bikin publik heboh adalah fasilitas yang ada:

Baca Juga :  Sehari Usai Dilantik, Wabup Sumedang Kunjungi SKPD Lingkup PPS

Landasan heliped

Rumah sakit militer

Kantor telegraf

Pabrik mesiu

Pos pantau

Rel kereta operasi khusus

Benteng & batas militer

Asrama prajurit

Terowongan misterius

Sebagian masih utuh, sebagian tertelan tanah — dan semuanya nyaris tak pernah diketahui masyarakat.

BENARKAH SUKABUMI BASIS MILITER PERTAMA KOLONIAL?

Menurut Anton Charliyan dan peneliti lokal Ambu Zahwa, temuan ini mengarah pada fakta mengejutkan:

Sukabumi mungkin adalah basis pertahanan militer kolonial terselubung pertama di Indonesia.

Dugaan makin kuat setelah muncul laporan warga bahwa Sekolah Polisi Sukabumi zaman kolonial bisa jadi hanyalah penyamaran untuk melatih kader militer Belanda dan Jepang.

Ya, sekolah polisi mungkin hanyalah “topeng”.

BELANDA MEMBANGUN, JEPANG MENERUSKAN

Jejak struktur pertahanan menunjukkan:

Belanda yang memulai pembangunan besar-besaran

Jepang melanjutkan dan memperkuatnya saat pendudukan

Baca Juga :  Koremen 012/TU Gelar Ziarah Nasional di TMP Rundeng, Peringati Hari Pahlawan 2024

Keduanya sama-sama merahasiakan keberadaan pusat militer ini. Ini yang membuat area tersebut seperti “hilang dari sejarah resmi”.

PUBLIK GEMPAR! SEJARAH INDONESIA BISA BERUBAH TOTAL

Temuan ini mulai dibicarakan luas di kalangan pemerhati sejarah. Jika benar, maka:

✔ Sukabumi punya peran besar dalam sejarah militer kolonial
✔ Ada markas super besar yang sengaja disembunyikan
✔ Banyak dokumen sejarah kemungkinan belum dibuka ke publik
✔ Temuan ini bisa menjadi salah satu penemuan sejarah terbesar dekade ini

PERTANYAANNYA SEKARANG…

KENAPA LOKASI SEBESAR DAN SEPENTING ITU HILANG DARI CATATAN SEJARAH?**

Siapa yang menyembunyikannya?
Kenapa tidak pernah dibahas di arsip nasional?
Dan apa saja yang sebenarnya dilakukan kolonial di Sukabumi?

Publik menunggu pengungkapan selanjutnya.

Oleh : KBP (P).Drs Rd.Dindin R Danoeredja, MM

Berita Terkait

TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Di Hutanabolon
Gelombang Kekerasan di Wagete: Saat Warga Pendatang Hidup Dalam Bayang Ketakutan
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker Agar Lebih Mudah Diakses
Korem 023/KS Bersama Pemko Sibolga Laksanakan Kegiatan Gotong Royong Massal.
Masa Depan Hak Cipta Lagu Di Indonesia
Marka, Pemandu Kita Berkendara
Ribuan Warga Padati Istana, Momen Hangat Open House Prabowo Subianto Di Hari Raya Idulfitri
Danrem 023/KS Hadiri Pelepasan Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H di Sibolga.

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:17 WIB

TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Di Hutanabolon

Rabu, 1 April 2026 - 08:18 WIB

Gelombang Kekerasan di Wagete: Saat Warga Pendatang Hidup Dalam Bayang Ketakutan

Rabu, 1 April 2026 - 03:28 WIB

Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker Agar Lebih Mudah Diakses

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:04 WIB

Korem 023/KS Bersama Pemko Sibolga Laksanakan Kegiatan Gotong Royong Massal.

Senin, 23 Maret 2026 - 19:56 WIB

Marka, Pemandu Kita Berkendara

Berita Terbaru