Gelombang Kekerasan di Wagete: Saat Warga Pendatang Hidup Dalam Bayang Ketakutan

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Papua.


Rangkaian peristiwa kekerasan yang terus berulang di wilayah Wagete, Kabupaten Deiyai, Papua, kian menimbulkan kekhawatiran mendalam, khususnya bagi warga pendatang. Dalam beberapa waktu terakhir, situasi keamanan dilaporkan semakin memburuk, dengan berbagai insiden yang mencakup serangan mendadak, pembakaran tempat tinggal, hingga jatuhnya korban jiwa, Selasa, ( 1/4/26).


Kondisi ini membuat banyak warga hidup dalam ketakutan. Aktivitas sehari-hari terganggu, dan rasa aman yang seharusnya menjadi hak dasar setiap warga negara seakan hilang. Sejumlah warga mengaku merasa tidak terlindungi dan mempertanyakan kehadiran negara di tengah situasi yang semakin genting.

Baca Juga :  Polda Jabar Siap Amankan Natal dan Tahun Baru, Gelar Latihan Pra Operasi Lilin Lodaya 2024


“Kami hidup seperti dalam ancaman setiap saat. Tidak tahu kapan serangan berikutnya terjadi,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.


Situasi di Wagete mencerminkan persoalan yang lebih luas, di mana konflik sosial dan keamanan masih menjadi tantangan serius. Di tambah kemarin ( 31/3/26) sudah jatuh korban dari 1 anggota Polri dan satu lagi dari warga sipil, sehingga saat ini mereka mengungsi ke Markas Komando TNI Polri.

Warga menilai bahwa perlindungan dari aparat dan penegakan hukum belum berjalan maksimal. Padahal, setiap warga negara tanpa memandang latar belakang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan.

Baca Juga :  KPK Bakal Punya Rumah Penyimpanan Benda Sitaan, di Cawang Jakarta Timur


Pertanyaan pun mencuat: sampai kapan kondisi ini akan terus berlangsung? Di mana peran negara dalam menjamin keselamatan warganya? Harapan kini tertuju pada pemerintah dan aparat keamanan untuk segera mengambil langkah nyata dan tegas guna menghentikan kekerasan, memulihkan kondisi, serta memastikan keadilan bagi semua pihak.


Di tengah ketidakpastian, warga hanya bisa berharap agar situasi segera membaik dan kehidupan kembali berjalan normal tanpa rasa takut.

Redaksi.

Berita Terkait

Jalan Provinsi Sipirok- Sipagimbar Akan Diperbaiki
Sampah Program MBG Di Tasikmalaya Mulai Jadi Sorotan, Minim Sosialisasi Picu Kekhawatiran Lingkungan
Hiswana Migas Bogor Bentuk SC dan OC Muscab VII
Tenjolaya Juara Penyaluran Pupuk Subsidi Di Kabupaten Bogor
Jaga Adat Istiadat Sunda, Jangan Sampai Musnah Di Buminya Sendiri
HIPMI Kabupaten Bogor Apresiasi Rekor MURI Pelayanan 100 Jam Nonstop Bupati Rudy Susmanto
Gunung Cakrabuana Terancam Gundul, Warga Soroti Dugaan Pembalakan Liar
MAJALENGKA SIAP “LANGKUNG SAE”

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 21:22 WIB

Jalan Provinsi Sipirok- Sipagimbar Akan Diperbaiki

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WIB

Sampah Program MBG Di Tasikmalaya Mulai Jadi Sorotan, Minim Sosialisasi Picu Kekhawatiran Lingkungan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:03 WIB

Hiswana Migas Bogor Bentuk SC dan OC Muscab VII

Senin, 25 Mei 2026 - 10:41 WIB

Tenjolaya Juara Penyaluran Pupuk Subsidi Di Kabupaten Bogor

Senin, 25 Mei 2026 - 07:49 WIB

Jaga Adat Istiadat Sunda, Jangan Sampai Musnah Di Buminya Sendiri

Berita Terbaru

Berita

Jalan Provinsi Sipirok- Sipagimbar Akan Diperbaiki

Senin, 25 Mei 2026 - 21:22 WIB

Berita

Hiswana Migas Bogor Bentuk SC dan OC Muscab VII

Senin, 25 Mei 2026 - 17:03 WIB