zonapers.com | Tasikmalaya.
Pemberitaan di salah satu media daring mengenai dugaan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kurangnya transparansi pada proyek Revitalisasi SDN Sukasari, Kabupaten Tasikmalaya, menarik perhatian sejumlah awak media.
Menindaklanjuti pemberitaan tersebut, tim investigasi dari beberapa media mendatangi lokasi proyek untuk melakukan penelusuran lapangan. Kedatangan tim disambut ramah oleh warga sekitar.

Salah seorang pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa saat tim media datang, para pekerja sedang beristirahat sehingga tidak seluruhnya mengenakan perlengkapan K3 secara lengkap.
“Kami sedang beristirahat ketika mereka tiba. Masa kami harus menggunakan perlengkapan K3 lengkap saat istirahat? Jadi, mereka tidak memahami kondisi saat itu,” ujarnya.
Kepala SDN Sukasari, Dede Darusman, yang saat itu berada di lokasi proyek, juga memberikan penjelasan terkait pemberitaan sebelumnya.

“Ketika mereka datang, waktunya memang tidak tepat. Dugaan bahwa ketua pelaksana proyek menghindar tidak beralasan, karena Rakhmat selaku ketua pelaksana proyek memang sedang tidak berada di lokasi,” kata Dede.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, para pekerja terlihat menggunakan perlengkapan K3 sesuai prosedur ketika kegiatan pekerjaan berlangsung. Dari sisi transparansi, pelaksanaan proyek juga disebut melibatkan berbagai pihak yang berkompeten sesuai tugas dan fungsinya.
Hasil penelusuran ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugas jurnalistik, media berkewajiban melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar informasi yang disampaikan akurat, berimbang, dan tidak menghakimi atau memvonis pihak tertentu sebelum adanya fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Redaksi



































































