Kampung Adat Kuta Ciamis,Menanti Perhatian, Krisis Air hingga Belum Punya Tanah Ulayat

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Ciamis.


Di balik kuatnya tradisi yang masih terjaga, Kampung Adat Kuta di Kabupaten Ciamis ternyata menghadapi berbagai persoalan mendasar. Mulai dari kesulitan air bersih dan irigasi, jalan kampung yang rusak, hingga belum memiliki tanah ulayat bersertifikat untuk dikelola bersama.


Fakta tersebut terungkap saat Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar, Anton Charliyan, melakukan kunjungan dan survei lapangan ke Kampung Adat Kuta, Kamis (18/6/26).


Kampung adat yang dihuni 97 kepala keluarga ini memiliki potensi besar di sektor pertanian dan produksi gula aren. Namun, minimnya pasokan air membuat aktivitas pertanian belum berkembang maksimal. Saat musim kemarau, warga bahkan kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Kepala Desa Kembali Absen dalam Audiensi; Warga Kecewa Wakil Kepala Desa Bungkam


Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan rusaknya jalan kampung sepanjang 1,3 kilometer serta belum tersedianya fasilitas adat penting seperti Bale Ageung, leuit, surau, gerbang adat, dan tempat penyimpanan benda pusaka.

Baca Juga :  Jelang Pilkada 2024 Ketua Komisi A Jadi Sangat Penting Dalam Susunan AKD DPRK Bireuen


Sebagai kampung yang dikenal dengan julukan “Sarebu Pamali”, Kampung Adat Kuta tetap teguh menjaga warisan leluhur di tengah berbagai keterbatasan.


Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur, pengairan, legalitas tanah ulayat, serta pelestarian budaya. Mereka juga menyampaikan harapan agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dapat berkunjung langsung untuk melihat kondisi Kampung Adat Kuta yang selama ini belum pernah dikunjungi gubernur Jawa Barat.

Redaksi.

Berita Terkait

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK MENILAI KPK PENAKUT, PEMERINTAH TIDAK BOLEH ANTIKRITIK
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur
Jend.TNI ( P ) Dudung Abdurahman Didaulat Sebagai Puun Ageung Bapa Gede Panglima Utama Majelis Tritangtu Sunda Sabuana
Pesta Jagung, Peluncuran Lagu Ithonkrock-007, dan Pembukaan Elang Waterplay Meriahkan Tasikmalaya
Sumedang Utara Juara Piala Dony Yoshua U-21, Bawa Pulang Hadiah Rp50 Juta
Bertepatan dengan HUT ke-75 Prabowo Subianto, Koperasi ASN Kota Bogor Luncurkan OKEL

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WIB

FWK MENILAI KPK PENAKUT, PEMERINTAH TIDAK BOLEH ANTIKRITIK

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Pesta Jagung, Peluncuran Lagu Ithonkrock-007, dan Pembukaan Elang Waterplay Meriahkan Tasikmalaya

Berita Terbaru

Berita

FWK MENILAI KPK PENAKUT, PEMERINTAH TIDAK BOLEH ANTIKRITIK

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WIB