FWK Ingatkan Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif terhadap Warga

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Jakarta.

Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengingatkan agar lembaga perbankan tidak dijadikan alat represif negara terhadap warga yang menyampaikan aspirasi dalam sistem demokrasi.

Sebagai lembaga bisnis, bank dinilai harus tetap menjaga independensi, profesionalisme, dan kepercayaan publik.

Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi rutin Rabuan FWK yang digelar di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Diskusi dipandu Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane dan dihadiri sejumlah wartawan senior, editor, serta pemimpin redaksi.

Pembahasan berfokus pada kasus pembekuan rekening seorang aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok, yang memicu polemik di tengah masyarakat.

Sejumlah peserta diskusi menilai tindakan tersebut berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan.

Pendiri FWK, Hendry Ch. Bangun, mengatakan pelibatan bank dalam tindakan yang dinilai sebagai tekanan terhadap warga sipil dapat berdampak luas terhadap dunia perbankan.

Baca Juga :  TNI AD Berduka, Peltu Suparlan Meninggal Dunia di Kebumen

“Bank adalah lembaga bisnis yang hidup dari kepercayaan publik.

Jika bank dipersepsikan menjadi alat represif, kepercayaan masyarakat dapat terganggu, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Hendry, yang juga mantan Wakil Ketua Dewan Pers.

Senada dengan itu, Raja Parlindungan Pane menilai kerahasiaan dan perlindungan terhadap nasabah merupakan prinsip yang harus dijaga oleh lembaga perbankan.

“Nasabah seharusnya memperoleh perlindungan atas data dan rekeningnya.

Jangan sampai masyarakat kehilangan rasa aman dalam menggunakan layanan perbankan,” katanya.

Sekretaris FWK, Dr. Budi Nugraha, menyebut peristiwa tersebut dapat menjadi preseden yang kurang baik apabila tidak dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Sementara itu, wartawan senior M. Nasir berpendapat bahwa setiap tindakan pemblokiran rekening harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Erick Thohir Kobarkan Semangat Tim Indonesia, Targetkan Empat Emas di Asian Games 2026

Dalam diskusi itu, wartawan senior Sigit Setiono juga mendorong adanya transparansi mengenai pihak yang mengajukan permintaan pemblokiran rekening agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat merugikan berbagai pihak.

Diketahui, rekening Supriyono telah kembali diaktifkan.

Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Komisi III DPR RI oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin bersama Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Riduan.

Melalui diskusi tersebut, FWK berharap seluruh pihak tetap menjunjung prinsip negara hukum, perlindungan hak-hak warga negara, serta menjaga independensi lembaga perbankan demi mempertahankan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.

Redaksi

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru