BPD Burangkeng Jadi Sorotan, Pilkades Memanas Picu Dualisme Panitia

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Bekasi.

Pilkades Burangkeng periode 2026–2034 di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, memicu polemik setelah BPD mengambil sejumlah keputusan.

Polemik muncul setelah BPD membekukan panitia lama menyusul protes pendukung Bacalon Isan Iskandar pada tgl 4 Agustus 2026.

Sebelumnya, panitia menjalankan proses pendaftaran bakal calon pada akhir Juli 2026 sesuai penyesuaian Surat Edaran Bupati Bekasi.

Namun, sejumlah pihak menuding panitia tidak netral dan melakukan diskriminasi dalam memberikan pelayanan administrasi kepada bakal calon.

Selanjutnya, sekitar 30 hingga 50 pendukung Isan Iskandar mendatangi Kantor BPD Burangkeng untuk menyampaikan keberatan.

Dalam situasi tersebut, pimpinan BPD memilih membekukan panitia lama setelah menerima berbagai tuntutan dari kelompok pendukung bakal calon.

Keputusan itu kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai mekanisme pemeriksaan, pembuktian, serta dasar hukum pembekuan panitia.

Baca Juga :  Pemilik suara PWI Sumut tegaskan pilih ketua berdasarkan rekam jejak

Selain itu, Wakil Ketua BPD Ahmad Sodikin membacakan keputusan atas nama “Pengawas BPD” dalam forum tersebut.

Pihak yang mengkritik keputusan itu mempertanyakan nomenklatur “Pengawas BPD” karena aturan kelembagaan desa tidak mengenal struktur tersebut.

Kemudian, BPD menggelar Musyawarah Desa Khusus untuk membentuk panitia Pilkades baru setelah membekukan panitia sebelumnya.

Langkah tersebut memicu kritik karena sejumlah pihak mempertanyakan status SK panitia lama yang belum BPD cabut.

Situasi itu lantas menimbulkan kekhawatiran mengenai dualisme kepanitiaan dalam penyelenggaraan Pilkades Burangkeng.

Polemik semakin berkembang setelah anggota panitia baru, Natih dan Bait, memilih mengundurkan diri seusai pelantikan.

Keduanya menyampaikan keberatan terhadap proses pembentukan panitia baru yang mereka nilai menimbulkan persoalan.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Pendukung Padati Kampanye Akbar Pasangan MAMA di Tapanuli Tengah

Selanjutnya, pimpinan BPD mengganti kedua anggota tersebut melalui komunikasi telepon tanpa menggelar Musdessus ulang.

Kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penggantian anggota panitia berdasarkan aturan Pilkades.

Karena itu, sejumlah pihak meminta BPD menjelaskan seluruh dasar keputusan secara transparan demi menjaga kepastian hukum.

Mereka juga mendorong seluruh pihak menggunakan mekanisme resmi untuk menyelesaikan setiap perselisihan selama tahapan Pilkades.

Redaksi terus meminta konfirmasi Ketua BPD Burangkeng mengenai pembekuan panitia lama dan pembentukan panitia baru.

Redaksi juga meminta penjelasan DPMD Kabupaten Bekasi mengenai mekanisme pembentukan, pemberhentian, serta penggantian panitia Pilkades.

Hingga berita ini terbit, redaksi masih menunggu keterangan kedua pihak untuk menghadirkan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

Redaksi

Berita Terkait

Kartika Grup Tebar Kebaikan, 250 Porsi Makan Gratis Mengalir Setiap Hari
Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:26 WIB

Kartika Grup Tebar Kebaikan, 250 Porsi Makan Gratis Mengalir Setiap Hari

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Berita Terbaru