Rab. Mei 18th, 2022


ZONAPERS.com, Jakarta – Kisruh yang terjadi di Bojong koneng dan Cijayanti serta di klaim sebagai wilayah teritorial PT Sentul City mengakibatkan korban yang tidak sedikit, baik materi maupun non materi dalam hal ini siksaan fisik pun terjadi.

Belum lama ini viral di media sosial lewat berita elektronik maupun media massa tentang aksi seorang Prajurit TNI Brigadir Jendral Junior Tumilaar dalam menghalau massa preman yang di kerahkan oleh PT Sentul City, seorang Prajurit yang siap menerima segala resikonya berteriak lantang dan menyebut nama kolega serta berbicara spontan hasil akumulasi tindakkan orang suruhan PT Sentul City.

Dengan adanya kejadian tersebut, kami awak media mencoba menelusuri bahwa ada korban salah satu wartawan media Online yang ketika bertugas untuk mengecek langsung ke lokasi di wilayah Bojong Koneng, niat untuk mengambil gambar serta keterangan warga malah di serang oleh beberapa orang diduga anak buah dari PT Sentul City dan mengakibatkan wartawan tersebut terluka seperti disampaikan korban kepada media setelah terjadi lagi penangkapan kepada seorang Brigjen Junior Tumilaar. Jumat (04/2/22).



OP salah satu Korban fisik yang di keroyok pihak dari ratusan orang yang berada di desa bojong koneng, kecamatan Babakan madang, sentul Bogor, Jawa barat, yang menyebabkan luka di sekujur tubuh saya dan robeknya alis / pelipis kanan dengan luka 6 jahitan di rumah sakit FMC Bogor, dan telah melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut kepada pihak Polres Bogor, kab cibinong.” ujarnya.

“Hingga sampai saat ini kasus saya tidak pernah di tangani oleh institusi kepolisian, saya mencari keadilan hingga ke KOMNAS HAM & melakukan aksi Demonstrasi di Kantor PT. SENTUL CITY, hingga ke DPR RI Mengikuti Rapat dengar pendapat dengan Komisi III bidang Hukum, tapi saat ini semua hanya jadi isapan jempol belaka! ” tandasnya,

“OP tambah sedih ketika seorang Jenderal TNI AD yang bernama Bapak Brigjen Junior Tumilaar di tahan di Puspomad karena membela warga atau Rakyat kecil yang ada di Desa Bojong Koneng & Desa Cijayanti yang lahan serta rumah mereka di gusur paksa oleh pihak PT. Sentul City.” paparnya lagi.

Saat ini seluruh Indonesia di pertontonkan dengan jelas bahwasanya Oligarki Kekuasaan dan Kapitalisme tetap menjadi nomor satu di Negara Indonesia! , kita ketahui banyak Rakyat Kecil harus menerima ketidakadilan mengenai hukum, jangan pernah bermimpi semua rakyat Indonesia mendapatkan Keadilan di Negeri ini, kalau Rakyat yang tidak mempunyai uang atau tidak dekat dengan pemangku jabatan, jangan pernah berharap mendapatkan keadilan, apalagi bermimpi untuk keadilan bisa di tegakkan di negeri ini.” Ucap OP.

Hukum di Indonesia itu Tajam kebawah Tetapi Tumpul Keatas, Karena Oligarki Kekuasaan dan Kapitalisme adalah Spremasi Hukum yang Tertinggi di Indonesia, kita lihat sendiri Bapak Brigjend Junior Tumilaar yang kita sudah sebut sebagai Jenderal Rakyat Kecil di buat tidak berkutik oleh Kapitalisme PT. Sentul City serta Oligarki Kekuasaan yang ada di belakang PT. Sentul City yang secara nyata dan jelas membekingi para Kapitalisme di NKRI.

Saya OP salah satu korban Aksi Kekerasan pada tanggal 04 september 2021 pada pukul 09:00 wib di Desa Bojong Koneng mencari keadilan sampai ke KOMNAS HAM & DPR RI tetap tidak mendapatkan Keadilan tersebut, jadi sekali lagi saya sampaikan,
” Kepada seluruh rakyat Indonesia, jangan pernah bermipi untuk mendapatkan Keadilan di Indonesia, saya sampaikan Salam Waras untuk Bangsa Indonesia.” tutup Oscar.

OwenPutra

Tinggalkan Balasan

Shares
CrestaProject