Silhouette Kurusetra

- Jurnalis

Jumat, 27 November 2020 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, november 2020
Sambil menyalakan rokok kretek dan mengaduk kopi tubruk cap teko, saya menghayal apabila negara kita yang tercinta ini menjadi sebuah negara dizaman pewayangan menurut cerita epos Mahabharata, dimana fragmen jalannya cerita tiap bulan selalu ada dinamika politik tinggi, tegang sedikit menggelikan. Dimana banyak kegaduhan-kegaduhan politik timbul yang sudah diagendakan.Seperti dalam cerita pewayangan dimana semua fragmen alur ceritanya sudah dibentuk oleh para dewa diswargaloka. Lahirnya Bisma Dewabrata, para Pandawa dan Kurawa serta Drupadi yang diciptakan oleh yadnya( api persembahan ). Semua sudah terukur duka nestapanya sampai nanti klimaksnya dipadang Kurusetra.Melihat dinamika sosial politik akhir akhir akhir ini di negara , dimana kepulangan Muhammad Rizieq Shihab dari Saudi Arabia membuat keseimbangan negara seakan- akan rapuh, dengan dicopot atau diganti banyak pejabat pejabat publik karena giatnya.Ditambah situasi pandemi covid-19, perekonomian negara yang terus defisit dan terakhir ditangkapnya seorang menteri karena penyalagunaan wewenang serta berkorelasi dengan oligarki politik yang ada, menambah ruwet iklim politik dinegara ini.Konstruksi ceritanya seperti sudah diagendakan. Saya berpikir keras siapa yang akan menjadi api persembahan dinegara ini dan apakah klimaks politik diIndonesia akan tercipta juga padang kurusetra seperti cerita Mahabharata? Karena tidak ada sisa rokok .. Energi berkhayalpun terhenti.
oleh:
Vaza Fernantha ( Pengurus DPP AWDI- pengurus IKAL 85 SMPN 3 Jakarta dan pemerhati sosial budaya dimasyarakat)

Baca Juga :  SEMANGAT WARGA GENENG DALAM TMMD SENGKUYUNG II DI KODIM DEMAK

Berita Terkait

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Hukum sebagai Panglima, Bukan Panglima yang Menghukum
Irjen Pol ASEP SAFRUDIN Resmi Emban Amanah Kabareskrim, Ketum FRIC: Kami Siap Berdiri Bersama Polri.
FWK INGATKAN PRESIDEN PRABOWO, MOMEN PEROMBAKAN BESAR KABINET MERAH PUTIH UNTUK WUJUDKAN KEINGINAN RAKYAT
Presiden Prabowo Subianto Resmi Melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru di Istana Negara.
Fenomena K-Pop Menguasai Dunia,Bagaimana Potensi Indonesia?Catatan Hendry Ch Bangun (FWK).
Menunggu Kabar Baik Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WIB

FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Hukum sebagai Panglima, Bukan Panglima yang Menghukum

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Irjen Pol ASEP SAFRUDIN Resmi Emban Amanah Kabareskrim, Ketum FRIC: Kami Siap Berdiri Bersama Polri.

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:57 WIB

FWK INGATKAN PRESIDEN PRABOWO, MOMEN PEROMBAKAN BESAR KABINET MERAH PUTIH UNTUK WUJUDKAN KEINGINAN RAKYAT

Berita Terbaru