Ucapan Selamat HPN Yang Tulus, Meski Tanpa Kehadiran

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapers.com, Jakarta.

Oleh:
HMU Kurniadi ( FWK ).

Ketidakhadiran Presiden Republik Indonesia dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) selalu memantik tafsir. Bukan hanya tafsir politik, tetapi juga tafsir perasaan. Ada kecewa, ada prasangka, bahkan ada kecurigaan yang berkembang liar—sering kali melampaui fakta.

Pada HPN 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Presiden Prabowo Subianto tidak hadir secara fisik. Kekecewaan pun merebak. Banyak yang menduga-duga, mengaitkannya dengan konflik internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang kala itu terbelah menjadi dua kepengurusan. Seolah absennya Presiden adalah pesan politik yang sengaja disampaikan lewat ketidakhadiran.

Padahal faktanya, Presiden tetap menyampaikan sambutan resmi melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Lebih dari itu, Presiden secara khusus mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional melalui rekaman video yang disiarkan di kanal resmi pemerintah dan dikutip oleh ratusan media nasional.

Dalam pesannya, Presiden bahkan menekankan pentingnya persatuan—sebuah pesan yang justru relevan dengan kondisi pers saat itu.

Baca Juga :  Kapolres Sumedang Pimpin Pemakaman Kompol Ibnu Setiawan

Namun rupanya, kehadiran fisik masih dianggap lebih penting daripada makna pesan itu sendiri.

Tahun berganti. HPN 2026 digelar di Serang, Banten. Kali ini, PWI telah bersatu. Tak ada lagi dualisme kepengurusan. Tapi Presiden kembali tidak hadir. Presiden memilih menjalankan tugas kenegaraan yang lain: memimpin Rapat Pimpinan TNI–Polri. Sambutan HPN disampaikan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Sementara ucapan Selamat Hari Pers disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ketika diwawancarai doorstop wartawan.

Sekali lagi, pertanyaan yang sama muncul: ada apa gerangan?

Dan kami—di ujung lautan, menatap layar ponsel dengan senyum yang samar—mulai bertanya pada diri sendiri:
Sebegitu pentingkah kehadiran Presiden dalam HPN?
Ataukah, sejujurnya, sebegitu pentingkah kehadiran Presiden bagi PWI?

Bagi saya pribadi, ketika Presiden tidak hadir di HPN 2025 namun tetap mengingat Hari Pers Nasional, hati justru mengucap syukur. Negara ini punya Presiden yang masih menaruh perhatian pada pers, meski tidak hadir di panggung utama. Bahkan menyelipkan pesan persatuan di tengah hiruk-pikuk perpecahan.

Baca Juga :  BRI Unit Kolang Dilaporkan Nasabah Ke Polsek, Tabungannya Terkuras

Dan ketika Presiden kembali tidak hadir di HPN 2026 karena memilih memimpin rapat strategis TNI–Polri, entah mengapa rasa syukur itu kembali hadir. Presiden memilih bekerja mengurus negara ketimbang menghadiri seremonial belaka. Bukankah itu yang selama ini kita tuntut dari seorang pemimpin?

Lalu muncul satu pertanyaan yang lebih sunyi:
Mengapa pada HPN 2026 Presiden tidak menyampaikan ucapan selamat secara rekaman seperti tahun sebelumnya?

Inilah misteri yang barangkali hanya diketahui oleh Presiden dan Tuhan.

Namun di relung hati yang paling dalam, sebagai seseorang yang namanya pernah tercatat sebagai panitia HPN 2025, saya hanya bisa tersenyum. Ucapan selamat yang tulus—meski tanpa kehadiran—adalah bentuk perhatian yang nyata.

Dan ketika perhatian itu datang, walau lewat layar dan kata-kata, rasanya cukup untuk berkata:
“Nikmat mana lagi yang engkau dustakan?”

Redaksi.

Berita Terkait

Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK
Zonapers Ramadhan Berbagi 2026 Sukses Digelar, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cilincing
Group Pecinta Alam GEMPPA Tasikmalaya Rayakan Hari Jadinya Ke 37
Kanim Belawan Gelar Buka Puasa Bersama Dhuafa Dan Yatim Piatu
BPKB Ditahan Meski Kredit Satu Unit Akan Di Lunasi ? Nasabah Pertanyakan Kebijakan Leasing ACC
Karang Taruna Desa Sukasukur Gelar Bazar Sembako Murah Sambut Idul Fitri 1447 H
Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Prioritaskan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Menlu Sugiono Dinilai Wajib Baca Buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” Karya Teguh Santosa

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:50 WIB

Ironis! Setahun Penderitaan Yuddy Renaldi dan Senyapnya Keadilan KPK

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:54 WIB

Zonapers Ramadhan Berbagi 2026 Sukses Digelar, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cilincing

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:13 WIB

Group Pecinta Alam GEMPPA Tasikmalaya Rayakan Hari Jadinya Ke 37

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:15 WIB

Kanim Belawan Gelar Buka Puasa Bersama Dhuafa Dan Yatim Piatu

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:35 WIB

BPKB Ditahan Meski Kredit Satu Unit Akan Di Lunasi ? Nasabah Pertanyakan Kebijakan Leasing ACC

Berita Terbaru