Warga Tanah Masa Geger, Diduga Beras Bermerek Bom Dikembalikan ke Pulau Telo.

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zonapes.com, Nias Selatan.

Warga Kecamatan Tanah Masa, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, digegerkan dengan peredaran beras bermerek Bom yang diduga menyerupai beras plastik.

Dugaan tersebut mencuat setelah seorang warga mengaku menemukan kejanggalan pada nasi yang dimasaknya dari beras tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, beras bermerek Bom mulai beredar di wilayah Tanah Masa sekitar dua minggu terakhir. Dari total pasokan sebanyak 2.700 kilogram yang didatangkan ke wilayah tersebut, sekitar 200 kilogram dilaporkan telah terjual kepada masyarakat.

Salah seorang warga yang membeli beras tersebut mengaku mengalami kejanggalan setelah memasaknya menjadi nasi.

Menurut keterangan warga, nasi hasil masakan memiliki perbedaan dibandingkan nasi dari beras pada umumnya sehingga tidak dikonsumsi dan akhirnya dibuang.

Dugaan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak penjual beras untuk dilakukan koordinasi dan penelusuran lebih lanjut. Penjual beras bermerek Bom, Alamin Gowasa, menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui sebelumnya jika beras yang dijual tersebut diduga bermasalah.

Baca Juga :  Puting Beliung Porak-Porandakan Desa Hili Geho Sogawu, Rumah dan Perahu Nelayan Rusak

“Setelah mendapat informasi dari warga dan melihat pemberitaan yang beredar di media sosial mengenai dugaan beras plastik, kami mengambil langkah untuk mengembalikan beras tersebut,” demikian keterangan Alamin Gowasa sebagaimana disampaikan kepada warga.

Sebagai langkah antisipasi, beras yang tersisa di toko UD CK di Tanah Masa dikembalikan ke Pulau Telo melalui kapal yang dioperasikan oleh Romi Zebua.

Dari total 2.700 kilogram beras yang sebelumnya didatangkan, sekitar 2.500 kilogram disebut masih tersisa dan dikembalikan kepada gudang UD CK di Pulau Telo.

Pengembalian beras tersebut dilakukan setelah muncul kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai keamanan dan kelayakan beras untuk dikonsumsi.

Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Sejumlah warga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap dugaan peredaran beras bermasalah di wilayah Kepulauan Batu, khususnya Kecamatan Tanah Masa.

Masyarakat berharap pemerintah melalui instansi yang berwenang dapat melakukan pengawasan terhadap distribusi dan penjualan bahan pangan, termasuk memastikan setiap produk yang beredar telah memenuhi standar keamanan pangan.

Baca Juga :  Polsek Kelapa Gading Ajak Pelajar Bijak di Era Digital melalui "Police Goes to School"

Warga juga meminta aparat penegak hukum dan dinas terkait mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam peredaran produk pangan yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Selain itu, masyarakat berharap dilakukan pemeriksaan langsung ke toko-toko penjual beras, termasuk pengecekan legalitas usaha dan dokumen perizinan bagi para pedagang yang menjalankan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, dugaan beras plastik tersebut masih memerlukan pemeriksaan laboratorium dari instansi berwenang untuk memastikan kebenaran kandungan dan kelayakan konsumsi produk beras bermerek Bom yang beredar di Tanah Masa.

Masyarakat diimbau tidak langsung menyebarkan informasi tanpa dasar pemeriksaan resmi, serta segera melaporkan kepada pemerintah atau instansi pengawas pangan apabila menemukan produk makanan yang dicurigai tidak layak konsum

Redaksi : zonapers.com.-

Berita Terkait

FWK INGATKAN PRESIDEN PRABOWO, MOMEN PEROMBAKAN BESAR KABINET MERAH PUTIH UNTUK WUJUDKAN KEINGINAN RAKYAT
Puting Beliung Porak-Porandakan Desa Hili Geho Sogawu, Rumah dan Perahu Nelayan Rusak
Presiden Prabowo Subianto Resmi Melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru di Istana Negara.
Ketua DPRD Sumedang Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Terobosan Baru Pengusaha Muda Desa Cikuya Ekosistem Kerakyatan, Gandeng Panti Asuhan Aswaja.
SOSIALISASI, KERJASAMA DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) PADA SEKOLAH KHUSUS NEGERI 01 KOTA TANGERANG SELATAN
Fenomena K-Pop Menguasai Dunia,Bagaimana Potensi Indonesia?Catatan Hendry Ch Bangun (FWK).
Menunggu Kabar Baik Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:57 WIB

FWK INGATKAN PRESIDEN PRABOWO, MOMEN PEROMBAKAN BESAR KABINET MERAH PUTIH UNTUK WUJUDKAN KEINGINAN RAKYAT

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Puting Beliung Porak-Porandakan Desa Hili Geho Sogawu, Rumah dan Perahu Nelayan Rusak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Presiden Prabowo Subianto Resmi Melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru di Istana Negara.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Ketua DPRD Sumedang Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Rabu, 30 September 2026 - 06:53 WIB

Terobosan Baru Pengusaha Muda Desa Cikuya Ekosistem Kerakyatan, Gandeng Panti Asuhan Aswaja.

Berita Terbaru