zonapes.com, Nias Selatan.
Warga Kecamatan Tanah Masa, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, digegerkan dengan peredaran beras bermerek Bom yang diduga menyerupai beras plastik.
Dugaan tersebut mencuat setelah seorang warga mengaku menemukan kejanggalan pada nasi yang dimasaknya dari beras tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, beras bermerek Bom mulai beredar di wilayah Tanah Masa sekitar dua minggu terakhir. Dari total pasokan sebanyak 2.700 kilogram yang didatangkan ke wilayah tersebut, sekitar 200 kilogram dilaporkan telah terjual kepada masyarakat.
Salah seorang warga yang membeli beras tersebut mengaku mengalami kejanggalan setelah memasaknya menjadi nasi.
Menurut keterangan warga, nasi hasil masakan memiliki perbedaan dibandingkan nasi dari beras pada umumnya sehingga tidak dikonsumsi dan akhirnya dibuang.
Dugaan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak penjual beras untuk dilakukan koordinasi dan penelusuran lebih lanjut. Penjual beras bermerek Bom, Alamin Gowasa, menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui sebelumnya jika beras yang dijual tersebut diduga bermasalah.
“Setelah mendapat informasi dari warga dan melihat pemberitaan yang beredar di media sosial mengenai dugaan beras plastik, kami mengambil langkah untuk mengembalikan beras tersebut,” demikian keterangan Alamin Gowasa sebagaimana disampaikan kepada warga.
Sebagai langkah antisipasi, beras yang tersisa di toko UD CK di Tanah Masa dikembalikan ke Pulau Telo melalui kapal yang dioperasikan oleh Romi Zebua.
Dari total 2.700 kilogram beras yang sebelumnya didatangkan, sekitar 2.500 kilogram disebut masih tersisa dan dikembalikan kepada gudang UD CK di Pulau Telo.
Pengembalian beras tersebut dilakukan setelah muncul kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai keamanan dan kelayakan beras untuk dikonsumsi.
Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Sejumlah warga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap dugaan peredaran beras bermasalah di wilayah Kepulauan Batu, khususnya Kecamatan Tanah Masa.
Masyarakat berharap pemerintah melalui instansi yang berwenang dapat melakukan pengawasan terhadap distribusi dan penjualan bahan pangan, termasuk memastikan setiap produk yang beredar telah memenuhi standar keamanan pangan.
Warga juga meminta aparat penegak hukum dan dinas terkait mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam peredaran produk pangan yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Selain itu, masyarakat berharap dilakukan pemeriksaan langsung ke toko-toko penjual beras, termasuk pengecekan legalitas usaha dan dokumen perizinan bagi para pedagang yang menjalankan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, dugaan beras plastik tersebut masih memerlukan pemeriksaan laboratorium dari instansi berwenang untuk memastikan kebenaran kandungan dan kelayakan konsumsi produk beras bermerek Bom yang beredar di Tanah Masa.
Masyarakat diimbau tidak langsung menyebarkan informasi tanpa dasar pemeriksaan resmi, serta segera melaporkan kepada pemerintah atau instansi pengawas pangan apabila menemukan produk makanan yang dicurigai tidak layak konsum
Redaksi : zonapers.com.-


































































