Donor Darah Tahap 2 di Gelar Kembali Di Kebun Jeruk

oleh -19 views

Jakarta, zonapers.com, — Himpunan Bersatu Teguh ( HBT ) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta kembali menggelar donor darah tahap ke dua yang diselenggarakan di Gedung Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis 21/5/20.

Kegiatan ini diselenggarakan setelah waktu berbuka puasa dan masyarakat yang mendonorkan darahnya juga mendapat bantuan berupa paket sembako setelah usai kegiatan mendonorkan darahnya dari pihak HBT karena merasa ikut perduli di tengah keprihatinan Pendemi Covid-19.

Proses pengambilan darah di lokasi.

Heru Setiawan selaku Ketua panitia penyelenggara dari pihak HBT menyebutkan, pendonor hari ini 350 Kantong, saya undang 380 orang, ini adalah donor darah tahap ke dua, kegiatan ini sampai Jumat 22 mei 2020, dimana tahap pertama diselenggarkan tanggal 1 sampai 5 mei dan menjaring 1000 peserta sedangkan tahap ke dua ini menjaring 600 peserta. Ujarnya.

Ia mengatakan, motivasi Himpunan Bersatu Teguh untuk membantu PMI menggalang donor darah 1000 kantong perhari. Tapi semenjak pandemi Covid-19 PMI hanya punya 200 kantong darah perhari.

dr. Bono sedang memeriksa calon pendonor.

“Untuk periode kemaren tanggal 1 sampai 5 mei, kami sudah mendapatkan musim record indonesia, dan akan diajukan ke Guinness World Records Dunia, jumlah donor darah terbanyak dalam bulan ramadan dan selama pandemi.” Kata Heru

Saat dimintai keterangan zonapers.com, Dr Bono (55) dari pihak PMI dan juga selaku Dokter pemeriksa bagi pendonor darah mengatakan, untuk pendonor dilihat dari berat badan, tekanan darah, dan usia. dibawah 65 kg biasanya 350ml sedangkan diatas 65 kg biasanya 450.

“Untuk pendonor yang begadang minimal tidur 4 jam dibawah itu tidak boleh donor darah. Sedangkan pasien yang habis operasi boleh mendonorkan darahnya kalau sudah 6 bulan sampai 1 tahun tergantung jenis operasinya.

“Jika ada pasien yang minta tolong ke kita (PMI) 3 kantong, kita harus menyediakan, tapi dari pihak keluarga harus barter juga tuk donor darahnya ke kita, karena stok kami memang tipis banget. Sedangkan kalau bulan puasa kita jadi aktif yang minta, tapi setelah bulan puasa biasanya orang yang minta ke kita.” Ungkapnya.

Harapan PMI kedepannya agar banyak pendonor sukarela apalagi dibulan puasa ini jarang yang mendonorkan darahnya. Tutupnya.

( ZP2 ).

Tinggalkan Balasan