OC Kaligis Jadi Pengacara Lukas Enembe, Berikut Permintaan ‘Spesial’ Ke KPK

- Jurnalis

Sabtu, 21 Januari 2023 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengacara Kondang OC Kaligis

Pengacara Kondang OC Kaligis

Zonapers.com, Jakarta – Pengacara Otto Cornelis Kaligis atau yang lebih dikenal OC Kaligis mengungkap alasannya menjadi kuasa hukum Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe.

Amanat undang-undang dan kondisi kesehatan kliennya membuatnya terpanggil.

“Itu di undang-undang mengatakan itu kewajiban saya. Anda kan tahu saya pernah bela wartawan beberapa kali. Kalau anda tanya dasar hukumnya apa? Undang-undang mengatakan demikian,” kata OC Kaligis kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Dia juga menyampaikan agar Ketua KPK, Firli Bahuri memberikan akses kepada istri Lukas Enembe, Yulce Wenda untuk dapat menjenguk. Karena hal itu, menurutnya sangat membantu proses pemulihan Lukas Enembe.

Baca Juga :  Penjelasan Gamblang Menkeu Sri Mulyani Masalah Hutang Negara, Baca Sampai Tuntas

“Hubungan pasien dengan dokter itu bukan hubungan KPK dengan pasien tapi dengan istrinya. Karena kehadiran istri dampingi suami itu timbulkan semangat. Hubungan pasien dengan dokter dan pasien apa ini bisa dicampuri KPK?,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Lukas Enembe sejak Selasa (17/1/2023) lalu kembali menjalani pembantaran di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Selama itu pula, pihak Lukas Enembe menyebut mereka merasa dihalang-halangi untuk menjenguknya.

“Saya harap Firli, Ketua KPK yang baru memperhatikan hak asasi. Dari pertama, yang saya minta istrinya boleh menjenguk suaminya setiap saat,” ujarnya OC Kaligis.

Baca Juga :  Penampakan Lukas Enembe Di RSPAD Didampingi Ketua KPK Saat Berikan Pernyataan Pers

Sementara itu, Yulce Wenda mengungkap kondisi kesehatan suaminya. Dia bilang Lukas Enembe menderita sakit ginjal stadium lima.

Yulce menyebut bahwa saat ditangkap di Papua, Lukas Enembe tidak membawa-bawa obat yang biasa dikonsumsinya.

“Dan kami lost control sampai saat ini. Jadi obat yang sebelumnya Pak Lukas minum dan makanan yang harus dikontrol kami sudah lost di dalam beberapa hari ini, sehingga kami ke sana dibilang beliau sudah fase lima, ginjal rusak,” pungkasnya.
Hans Montolalu

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru