Ulasan Hukum kasus Sangkaan Pembunuhan Ferdy Sambo dimata Pengacara OC Kaligis

- Jurnalis

Selasa, 18 Oktober 2022 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OC kaligis berikan keterangan Pers

OC kaligis berikan keterangan Pers

Jakarta, Kuasa Hukum Keluarga Ferdy Sambo, Febri Diansyah dinilai melakukan perbuatan ‘contemp of court’ atau pelecehan terhadap lembaga peradilan. Hal tersebut diungkap pengacara senior OC Kaligis dalam acara diskusi “Ulasan Hukum Kasus Sangkaan Pembunuhan Ferdy Sambo”, yang diadakan Manajemen OC Kaligis, di Komplek Majapahit Permai, Jakarta Pusat, Senin (17/10).

OC Kaligis menjelaskan, ‘contemp of court’ itu terkait pernyataan Febri Diansyah menyebut uraian fakta hukum perintah “Hajar” dalam perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang diungkap diluar persidangan.

“Mestinya uraian (perintah “Hajar”) yang menyangkut fakta hukum itu disampaikan Febri Diansyah setelah mendengar dakwaan dalam acara keberatan terhadap dakwaan atau dikenal dengan sebutan eksepsi terdakwa atau penasehat hukum sebagaimana diatur di Bab. XVI KUHAP berjudul pemeriksaan di sidang pengadilan,” kata OC Kaligis.

Baca Juga :  Pengacara Senior OC Kaligis Surati Presiden Jokowi Terkait Kerugian Atas Asuransi Jiwasraya

Menurut OC Kaligis, uraian perintah “Hajar” yang diungkap Febri Diansyah dapat dikatakan bagian dari pokok perkara. Dan apabila hal pembelaan dakwaan yang termasuk dari bagian pokok perkara disampaikan sebelum JPU (Jaksa Penuntut Umum) membacakan dakwaan (17/10), maka dianggap Febri tidak menghormati lembaga peradilan.

“Bisa saja karena uraian perintah “hajar” terbilang uraian mengenai pokok perkara, maka eksepsi Febri diluar persidangan ataupun dipersidangan akan ditolak Majelis Hakim, karena keberatan tersebut sudah termasuk pokok perkara,” ujar OC Kaligis.

“Jadi apabila manuver “Hajar”-nya Febri termasuk eksepsi mengenai pokok perkara, pasti argumentasi “Hajar”-nya Febri ditolak,” cetusnya.

Diberitakan, Febri Diansyah selaku anggota tim kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo (FS), mengungkap perintah Ferdy Sambo kepada Bharada Richard Eliezer atau Bharada E saat mengeksekusi Brigadir J.

Baca Juga :  Polsek Koja Laksanakan Program Cooling System di RW 014 Mahoni: Perkuat Sinergi untuk Keamanan Lingkungan

Febri Diansyah mengatakan saat di tempat kejadian perkara (TKP) Duren Tiga, Jakarta Selatan, Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E untuk menghajar Brigadir J.

Namun, kata dia, yang terjadi saat itu Bharada E justru menembak Brigadir J hingga tewas.

“Perintah FS pada saat itu, yang dari berkas yang kami dapatkan, itu perintahnya adalah “Hajar Chad”. Namun yang terjadi adalah penembakan pada saat itu,” kata Febri seperti dikutip Tribunnews dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/10).

Contempt of Court

Adalah delik ketidaktaatan atau ketidakhormatan terhadap pengadilan dalam bentuk perilaku yang menentang atau menentang otoritas, keadilan, dan martabat pengadilan.
(Hans Montolalu)

Berita Terkait

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.
Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga
Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas
FWK Menilai KPK Penakut, Pemerintah Tidak Boleh Anti Kritik
Dugaan Pengeroyokan di Aphrodite Luxury Kafe Pati, Korban Dirawat Dan Sudah Menempuh Jalur Hukum
Jaga Keseimbangan Kerja dan Akhlak, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Asy-Syatibiiyyah Kunjungi DPRD Sumedang Kenalkan Profesi Sejak Dini.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Pemdes Bawo Ordua Salurkan BLT Tunai Tahap II hingga Desember 2026, Kades Imbau Warga Gunakan untuk Kebutuhan Keluarga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Memprihatinkan! Gedung Puskesdes Desa Makole Rusak Berat dan Tak Difungsikan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Kawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Majelis Adat Sumedang Larang Tegas Tolak Geotermal Tampomas

Berita Terbaru