Benarkah Suara Jurnalis Dan Media Kini Terpendam? Ke Mana Arahnya?

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Bang Gor/Dk.Kusumah.

zonapers.com | Jakarta
Menutup akhir 2025, dunia jurnalistik Indonesia patut bercermin. Realitas di lapangan menunjukkan satu fakta pahit: suara media kian melemah, bahkan nyaris tak dihiraukan. Banyak pemberitaan berakhir tanpa tindak lanjut, seolah hanya menjadi deretan kata yang lewat begitu saja. Media—yang seharusnya menjadi pilar kontrol—mulai dipandang sebelah mata oleh mereka yang diberitakan, Sabtu (27/12/25).

Pemimpin Redaksi zonapers.com dan lawanarus.com, Bang Gor, menilai sekitar 80 persen produk jurnalistik media di Indonesia tak lagi memiliki daya tekan. Bukan karena kualitas berita yang buruk, melainkan karena rendahnya respons dan kepedulian dari pihak terkait.

Baca Juga :  Memelihara Harapan

“Harapan kami adalah kekompakan para Pemimpin Redaksi. Saatnya menyatukan pandangan dan sikap menghadapi kondisi ini. Jangan biarkan pemberitaan dianggap angin lalu,” tegasnya.

Ia juga melontarkan kritik keras terhadap sistem yang ada. Menurutnya, keberadaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) maupun Dewan Pers belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan.
“Percuma ada UKW, percuma ada Dewan Pers, jika fungsinya sebatas identitas dan belum mampu melindungi serta menguatkan posisi media secara nyata,” ujarnya lugas.

Bang Gor mendorong adanya rembukan nasional lintas media, sebuah forum bersama untuk menyamakan persepsi, memperkuat solidaritas, dan merumuskan arah baru jurnalalisme Indonesia di tengah gempuran kepentingan dan algoritma.
Ia mengingatkan, bila kondisi ini dibiarkan, 2026 bisa menjadi titik balik yang berbahaya. Publik berpotensi semakin menjauh dari berita, memilih hiburan media sosial ketimbang informasi faktual. Fenomena “No Viral, No Justice” kian menguat—isu baru dianggap penting bila ramai komentar dan trending.

Baca Juga :  Sekcam Tanah Masa Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI Berlangsung Khidmat

“Pemberitaan hari ini seringkali baru ‘didengar’ bukan karena isinya, tapi karena riuhnya reaksi netizen,” pungkasnya.

Semoga refleksi ini menjadi alarm bersama. Demi masa depan jurnalisme, demi marwah media, dan demi hak publik atas informasi yang bermakna.

Redaksi.

Berita Terkait

FWK Ingatkan Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif terhadap Warga
Obati Rindu di Solo, Hasnuryadi Ajak Keluarga Besar Barito Putera Mohon Doa dan Wejangan Habib Syech
Prabowo Terima Menlu dan Menhan Tiongkok, Pengamat Indonesia Perkuat Peran sebagai Stabilizing Power
Menanam Kebaikan Selagi Sempat, catatan Hendry CH Bangun
Posyandu UPTD Puskesmas Tanah Masa Pastikan Balita Desa Eho Baluta Bebas Gizi Buruk
Sekcam Tanah Masa Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI Berlangsung Khidmat
Camat Tanah Masa Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Paskibraka SMA Negeri 1 Tanah Masa Sukses Kibarkan Sang Merah Putih
Club Bintang Harapan Raih Juara I Turnamen Bola Voli Putri HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Tanah Masa

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:31 WIB

FWK Ingatkan Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif terhadap Warga

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Obati Rindu di Solo, Hasnuryadi Ajak Keluarga Besar Barito Putera Mohon Doa dan Wejangan Habib Syech

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Prabowo Terima Menlu dan Menhan Tiongkok, Pengamat Indonesia Perkuat Peran sebagai Stabilizing Power

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Menanam Kebaikan Selagi Sempat, catatan Hendry CH Bangun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Posyandu UPTD Puskesmas Tanah Masa Pastikan Balita Desa Eho Baluta Bebas Gizi Buruk

Berita Terbaru